ملكيةmulkiyaCheck your eligibility

MULKIYA · GUIDES

Bisakah Warga Asing Membeli Properti di Arab Saudi?

Ya. Warga asing boleh memiliki properti di kawasan yang ditetapkan di Arab Saudi menurut undang-undang berlaku sejak 22-01-2026. Sebagian kelas pembeli berhak lebih luas.

Undang-undang yang membuka pasar

Arab Saudi menulis ulang aturan kepemilikan asing pada 2025. Undang-Undang Kepemilikan Properti oleh Non-Saudi, yang diterbitkan melalui Dekrit Kerajaan M/14 pada 14 Juli 2025, mulai berlaku pada 22-01-2026. Undang-undang ini menggantikan undang-undang tahun 2000 yang jauh lebih ketat. Pembukaan praktisnya terjadi pada 23-06-2026, ketika Keputusan Dewan Menteri 43 menyetujui Peraturan Pelaksanaan dan mengesahkan dokumen kawasan yang ditetapkan. Sejak tanggal itu, warga non-Saudi dapat menyelesaikan pembelian di salah satu dari lebih dari 100 kawasan yang ditetapkan. Pencatatan dalam register properti resmi merupakan syarat sah bagi setiap kepemilikan oleh pihak asing.

Kelas-kelas pembeli

Kelayakan tergantung pada siapa Anda. Warga asing perorangan yang tidak menetap hanya boleh memiliki di dalam kawasan yang ditetapkan. Penduduk pemegang iqama boleh membeli di dalam kawasan dan juga dapat mengajukan persetujuan untuk memiliki satu rumah di luar kawasan sebagai tempat tinggal pribadi. Warga negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) tunduk pada ketentuan mereka sendiri dan secara umum membeli seperti halnya warga Saudi. Pemegang Premium Residency mempertahankan hak hunian yang luas berdasarkan rezim mereka sendiri. Perusahaan asing boleh membeli di dalam kawasan setelah terdaftar di Kementerian Investasi dan mengungkapkan para pemiliknya.

Makkah dan Madinah

Kedua kota suci memiliki aturannya sendiri. Individu Muslim boleh memiliki langsung di dalam kawasan yang ditetapkan di kota suci, baik yang tinggal di Arab Saudi maupun di luar negeri. Perusahaan asing tidak boleh memiliki di kedua kota tersebut. Pemegang Premium Residency yang tidak memenuhi syarat sebagai individu Muslim dapat mengambil hak pakai hingga 99 tahun sebagai gantinya. Di tempat lain, aturan kawasan yang biasa berlaku.

Tiga syarat sebelum Anda dapat membeli

Pasal 2 Peraturan Pelaksanaan menetapkan tiga syarat bagi warga asing perorangan. Pertama, identitas digital yang disahkan oleh Kementerian Dalam Negeri, yang diperoleh warga nonresiden melalui kedutaan Saudi di luar negeri. Kedua, rekening bank Saudi atas nama pembeli. Ketiga, nomor ponsel Saudi atas nama pembeli yang terhubung dengan identitas tersebut. Semua pembayaran berjalan melalui saluran elektronik resmi. Satu kenyataan lagi membentuk perencanaan: pinjaman bank saat ini secara struktural tertutup bagi nonresiden, sehingga pembeli asing membeli secara tunai sejak awal.

Berapa biayanya, dan langkah berikutnya yang jujur

Biaya pembelian sama bagi warga Saudi dan warga asing. Pajak transaksi properti sebesar 5% dari harga, secara hukum merupakan kewajiban penjual dan umumnya diperhitungkan ke dalam harga kesepakatan. Komisi broker dibatasi maksimal 2.5% ditambah PPN atas komisi tersebut, dan hanya terutang jika broker digunakan. Ketika pemilik asing menjual, berlaku biaya pelepasan 2% hanya di Riyadh, Jeddah, Makkah dan Madinah. Mulkiya bukan broker dan bukan penjual, serta tidak mengambil komisi maupun biaya keberhasilan. Langkah pertama yang jujur adalah lima pertanyaan tentang status Anda dan properti yang Anda bidik, dijawab oleh mesin aturan deterministik berdasarkan undang-undang.

Bisakah warga asing membeli di Arab Saudi tanpa izin tinggal?

Ya. Warga asing perorangan yang tidak menetap boleh memiliki properti di dalam kawasan yang ditetapkan setelah tiga syarat terpenuhi: identitas digital, rekening bank Saudi dan nomor ponsel Saudi. Izin tinggal tidak diwajibkan di dalam kawasan.

Bisakah non-Muslim membeli di Makkah atau Madinah?

Tidak. Kepemilikan di dalam kawasan yang ditetapkan di kota suci terbatas pada individu Muslim, baik yang menetap di Arab Saudi maupun tidak, serta perusahaan Saudi. Perusahaan asing dikecualikan. Pemegang Premium Residency sebagai gantinya dapat mengambil hak pakai hingga 99 tahun.

Bisakah warga asing mendapatkan KPR di Arab Saudi?

Tidak untuk nonresiden saat ini. Pinjaman bank Saudi secara struktural tertutup bagi nonresiden; tidak ada kolom identitas bagi mereka dalam sistem pinjaman. Pembeli asing sebaiknya merencanakan pembelian tunai sejak awal.

Apakah warga asing membayar pajak lebih besar daripada warga Saudi saat membeli?

Tidak. Pajak transaksi 5% berlaku untuk kesepakatan itu apa pun kewarganegaraan pembelinya, dan secara hukum merupakan kewajiban penjual. Beban khusus bagi pihak asing hanya muncul saat penjualan: biaya pelepasan 2%, dan hanya di Riyadh, Jeddah, Makkah dan Madinah.